GONTOR

05 October 2007

PAGELARAN SENI PANGGUNG GEMBIRA

Setiap tahun, Pondok mewajibkan seluruh siswa kelas VI (kelas akhir) untuk menampilkan sebuah acara yang cukup berprestij yang dinamai dengan Pagelaran Seni Panggung Gembira. Acara ini benar-benar menjadi target barometer untuk menilai keberhasilan pendidikan anak-anak selama belajar di Gontor. Biasanya acara ini diadakan sebagai penutupan dari seluruh rangkaian Pekan Perkenalan Pondok Modern untuk seluruh siswa baru, siswa lama dan seluruh guru-guru dan keluarga mereka.
Pekan Perkenalan atau disebut Pekan Khutbatul 'Arsy diadakan sebagai program wajib untuk memperkenalkan dan mengingatkan mengenai Pondok Modern Gontor. Apa itu Pondok dan Apa yang dicari di Pondok dan segala perkara yang berkaitan dengan Pondok. Pekan Perkenalan diharapkan dapat menghindari berulangnya peristiwa hitam yang pernah berlaku pada 19 Maret 1967.
Sedangkan Panggung Gembira diadakan untuk menutup keseluruhan rangkaian acara Pekan Perkenalan tersebut di samping untuk menghibur para siswa yang baru mengenali alam kepesantrenan. Acara ini secara keseluruhan diprakarsai oleh seluruh siswa kelas VI.
Apa yang dapat dipelajari dari pengadaan acara Panggung Gembira ini ?. Antara pelajaran yang penting adalah:
1. Pendidikan Tanggungjawab. Setiap siswa bertanggungjawab untuk mensukseskan acara ini dari sejak pencarian dana sehingga selesainya acara. Mereka yang mencari dana dan mengeluarkan dana, mereka yang menyediakan dan mendekorasi panggung, mereka yang membuat undangan dan yang menjadi tuan rumah acara, mereka yang menjadi pemain dalam acara tersebut dan yang mengatur, mereka yang akan membersihkan tempat sehingga acara selesai. Dalam hal ini didukung oleh para pembimbing dari ustadz-ustadz.
2. Pendidikan Kebersamaan. Mereka yang mempunyai latar belakang berbeda suku, adat istiadat, dan kebudayaan melebur menjadi kelompok yang bersatu. Bersama menjayakan acara ini. Perasaan Egoisme harus dibuang jauh-jauh.
3. Pendidikan Keikhlasan. Mereka melakukan latihan siang malam, mencari dana, sehingga selesainya acara, tidak ada satu pun mereka dibayar. Mereka melakukannya dengan ikhlas.
4. Pendidikan Keberanian dan Kepercayaan Diri. Tidak mungkin acara ini akan sukses jika para siswa kelas VI terdiri daripada orang-orang yang penakut dan mempunyai perasaan rendah diri.
5. Pendidikan Penampilan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Acara ini ditampilkan dalam Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Oleh itu tata bahasa yang digunakan selama acara berlangsung merupakan tolak ukur pencapaian bahasa pada siswa akhir periode itu.
6. Pendidikan Kepimpinan. Untuk mengatur jumlah seluruh santri kelas akhir yang menghampiri 800 orang, bukanlah sesuatu perkara yang mudah jika tidak mempunyai ketrampilan Memimpin yang memadai. Para siswa sejak menduduki kelas V sehingga kelas VI sudah dilatih menjadi seorang pemimpin melalui banyak organisasi yang wujud di Gontor termasuk OPPM (Organisasi Pelajar Pondok Modern).
7. Pendidikan Kedisiplinan yang tinggi. Acara ini akan berlangsung dengan jayanya jika sejak permulaan konsep sehingga selasai dilakukan dengan penuh kedisiplinan. Mereka bagaikan kumpulan semut yang setiap siswa melakukan tanggungjawabnya masing-masing.
Panggung Gembira dilaksanakan dua hari selepas acara Drama Arena yaitu program serupa yang dilaksanakan oleh seluruh siswa kelas V.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]



Links to this post:

Create a Link

<< Home